FIRMAN ALLAH:
Katakanlah (wahai Muhammad): "Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya, sebagai bantuan". (Al-Kahfi/109)
Bukankah engkau telah mengetahui bahawasanya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya yang demikian itu ada tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz); sesungguhnya hal itu amatlah mudah bagi Allah. (Al-Hajj/70)
Dia lah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dia lah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. (Al-Hasyr/22)
Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dia lah sahaja; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata. (Al-An’am/59)
“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ( Luqman/27).
“Dia lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( Al-Hasyr/24).
“Katakanlah, perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Yunus/101).
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihtaanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.” (Al Mulk/3-4)
“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).” (Ar-Rahman/7)
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidaka tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Faathir/41)
“Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.” (Faathir/43)
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat/53)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Al-Imran/190-191)
Kalam Saidina Ali tentang Ilmu dan Harta
RENUNGKANLAH kata-kata Saidina Ali bin Abu Talib di bawah ini…
~Ilmu adalah warisan para nabi, manakala harta ialah warisan Qarun dan Firaun.
~Ilmu boleh menjaga kamu, sedangkan harta itu kamu yang menjaganya.
~Orang yang memiliki ilmu mempunyai ramai teman, sedangkan pemilik harta mempunyai ramai musuh.
~Ilmu itu akan bertambah jika diamalkan, sedangkan harta akan berkurangan jika dibelanjakan.
~Pemilik ilmu akan dihormati, sedangkan pemilik harta dikenali sebagai si kedekut.
~Di hari kiamat pemilik ilmu akan memberi syafaat, manakala pemilik harta akan dihisab.
~Biarpun masa berlalu, ilmu tidak akan lapuk tetapi harta itu semakin lama semakin usang.
~Ilmu dapat menerangi hati, tetapi harta boleh mengeraskan hati.
~Orang berilmu mengakui dirinya hamba Allah SWT, sedangkan orang berharta mengakui dirinya pemilik.
~Ilmu adalah warisan para nabi, manakala harta ialah warisan Qarun dan Firaun.
~Ilmu boleh menjaga kamu, sedangkan harta itu kamu yang menjaganya.
~Orang yang memiliki ilmu mempunyai ramai teman, sedangkan pemilik harta mempunyai ramai musuh.
~Ilmu itu akan bertambah jika diamalkan, sedangkan harta akan berkurangan jika dibelanjakan.
~Pemilik ilmu akan dihormati, sedangkan pemilik harta dikenali sebagai si kedekut.
~Di hari kiamat pemilik ilmu akan memberi syafaat, manakala pemilik harta akan dihisab.
~Biarpun masa berlalu, ilmu tidak akan lapuk tetapi harta itu semakin lama semakin usang.
~Ilmu dapat menerangi hati, tetapi harta boleh mengeraskan hati.
~Orang berilmu mengakui dirinya hamba Allah SWT, sedangkan orang berharta mengakui dirinya pemilik.
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan
engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta
terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu
bertambah bila dibelanjakan.
-Saidina Ali bin Abi Talib
engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta
terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu
bertambah bila dibelanjakan.
-Saidina Ali bin Abi Talib
No comments:
Post a Comment